3 Dampak Psikologi Bayi yang Menangis sampai Tertidur
Lifestyle

Sering sekali Anda menghadapi bayi menangis yang akhirnya diam saat telah tertidur. Hal ini dianggap biasa saja tanpa memikirkan dampaknya bagi psikologi bayi. Bagaimana pun juga bayi telah memiliki perasaan meskipun belum mampu menyebutkannya. Berikut ini dampak yang terjadi pasca psikologi bayi yang sering menangis sampai tertidur.

  1. Hormon Stres

Ketika bayi menangis hingga tertidur maka hormon stress di dalam dirinya masih akan terasa dan berlangsung. Hal ini menyerang psikologis bagi pada kondisi, sekuat apa pun menangis Anda selaku orang tua tidak akan memedulikannya.

Alhasil kondisi ini lah yang membuat bayi belajar untuk tidak menangis karena menganggapnya sebagai hal yang percuma. Tingkat stress bayi dapat diketahui dengan mengukur hormon stres yang ada pada air liur yang keluar pada mulut bayi.

Semakin kuat bayi Anda menangis itu menandakan ia sangat membutuhkan ketengan. Jika biarkan hinga tertidur akan menyebabkan reaksi hormon stres secara berantai yang akan berakibat jangka panjang bagi bayi. Hormon stres yang dialami bayi juga akan mempengaruhi berat badan bayi yang kunjung tidak mengalami penambahan.

  1. Emosional

Bayi yang kerap menangis hingga tertidur bahkan terus berlangsung sampai usia dua tahun akan mengganggu psikologisnya. Kebiasaan ini akan terus terjadi hingga bayi Anda beranjak dewasa. Bayi akan mengalami kondisi dimana ia akan kesulitan untuk dapat mengendalikan emosinya sendiri. Jadi mudah marah dan mudah merasakan sedih sehingga membentuk pribadi tertutup.

Kepercayaannya pun terhadap Anda akan terpengaruh karena ia merasa tidak mendapatkan perhatian. Tips parenting yang bisa diterapkan pada tahap ini adalah sebisa mungkin untuk memberikan kenyamanan pada anak sejak masa bayinya.

Kenyamanan yang dirasakan akan membuat tertanamnya rasa terlindungi, kasih sayang, dan perhatian dari Anda. Dampaknya akan terlihat dari pertumbuhan dan perkembangan anak ke depannya dengan menjadi anak yang tidak temperamen. Masalah psikologis yang menyerang emosinya tidak akan terjadi.

  1. Merusak Bagian Otak

Bayi yang menangis hingga tertidur tentu menangis dalam waktu yang lama. Sementara menangis dalam waktu yang lama ini akan mempengaruhi perkembangan otak bayi yang nantinya akan mempengaruhi  kapasitasnya saat belajar.

Bayi menangis terlalu lama akan menghasilkan hormon stres lebih tinggi yang akan merusak bagian otaknya. Penting untuk Anda mengendalikan hal ini agar bayi dapat melewatkan proses pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik. Masa-masa bayi merupakan masa-masa penting dari pertumbuhan seluruh organ dalam tubuhnya, terutama otak.

Ini 3 informasi parenting yang sangat penting diperhatikan untuk menjaga masa-masa bayi. Jika bayi menangis carilah cara untuk mendiamkannya agar tidur setelah berhenti menangis. Barangkali bayi merasakan lapar atau merasa gerah dengan udara di dalam rumah. Berikan mainan yang disukainya dan ajaklah bayi bermain hingga bisa tertidur dengan perasaan bahagia.

contoh undangan pernikahan unik dan murah
Lifestyle
Membuat Undangan Pernikahan yang Unik

Membuat Undangan Pernikahan yang Unik akan membuat tamu Anda penasaran dengan acara pernikahan Anda. Jika Anda pengantin pria atau wanita, Anda mencari undangan pernikahan unik dan terima kasih kepada beberapa desainer India yang berbakat, Anda memiliki banyak pilihan kreatif untuk dipilih! Kami melihat lebih dari 200 kartu undangan dan memilih …

shares