Ulasan Seputar Apa Itu Hepatitis B dan Pengobatan Hepatitis B

Hepatitis B

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan pada organ hati. Penyakit ini disebabkan oleh adanya virus hepatitis B dalam tubuh. Biasanya virus ini menular melalui hubungan seksual bisa juga disebabkan oleh jarum suntik. Pengobatan hepatitis B memang sangat diperlukan bila seseorang sudah terkena hepatitis B akut. Jadi bila penyakit tersebut tidak segera mendapatkan penanganan maka infeksi hepatitis B tersebut akan menetap dan bertahan dalam tubuh seseorang kemudian menjadi penyakit yang kronis.

Infeksi hepatitis B yang sudah kronis memang dipercaya mampu untuk menimbulkan atau menyebabkan beberapa komplikasi penyakit lain yang dapat membahayakan nyawa seseorang. Seperti contohnya yaitu penyakit kanker hati dan sirosis. Maka dari itu, bagi penderita hepatitis B yang sudah kronis biasanya perlu untuk melakukan kontrol secara berkala kepada dokter untuk mendapatkan penanganan dan tindakan intensif guna untuk memberikan deteksi dini apabila terjadi suatu komplikasi. Hal penting yang perlu Anda ketahui bahwa penyakit mampu dicegah dengan memberikan vaksinasi hepatitis B pada seseorang.

Apabila Anda masih kurang begitu jelas dengan penyakit tersebut, berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa Anda jadikan sebagai perhatian:

  1. Orang yang terkena virus hepatitis B biasanya memang tidak menimbulkan gejala yang jelas, maka dari itu kebanyakan orang yang terkena penyakit tersebut tidak menyadari.
  2. Meskipun tidak menunjukkan gejala yang jelas namun penyakit ini bisa terlihat dan muncul setelah 1-5 bulan setelah seseorang terpapas virus hepatitis B.
  3. Gejala lain yang mungkin muncul adalah orang yang terkena virus hepatitis B akan merasakan demam, sakit kepala, serta mual dan muntah. Selain itu tubuh juga akan menjadi lemas. Dan yang paling parah adalah terkena penyakit kuning.

Perlu diketahui bahwa penyakit hepatitis B ini tidak akan pernah menular apabila hanya berbagai alat makan atau sekadar melakukan pelukan dengan orang yang menderita penyakit hepatitis B. Seseorang dapat tertular penyakit tersebut bila melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit hepatitis B namun tidak menggunakan kondom. Atau bisa juga tertular melalui jarum suntik yang sebelumnya pernah digunakan oleh penderita hepatitis B. Hal ini dikarenakan biasanya virus hepatitis B tersebut berada di dalam darah dan atau bisa juga berada dalam cairan tubuh manusia. Seperti contohnya yaitu cairan pada sperma atau bisa juga cairan pada vagina.

Apabila seseorang telah di diagnosa menderita penyakit hepatitis B oleh dokter, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh dokter adalah dengan melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan tersebut biasanya terdiri dari USG perut, cek darah atau bisa juga melalui sampel pada jaringan hati. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah penyakit hepatitis B yang diderita oleh orang tersebut sudah masuk dalam fase akut atau kronis. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan tingkat kerusakan pada fungsi organ hati penderita hepatitis B.

Biasanya memang tidak ada pengobatan hepatitis B yang dilakukan secara khusus oleh dokter. Hal ini dikarenakan infeksi akan sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan khusus. Penanganan yang dilakukan oleh dokter biasanya bertujuan untuk meredakan dari setiap gejala yang muncul. Meski begitu Anda juga tidak boleh menganggap remeh penyakit tersebut. Anda bisa melakukan pengobatan dengan mengkonsumsi obat antivirus yang diberikan oleh dokter untuk mencegah penyebaran virus hepatitis B.

shares